Oleh-oleh Islamic Book Fair 2016

Niat awal cuma nemenin temen yang mau beli buku.- ” Ini cuma nemenin lo, Kan kemarin sudah kesana, sudah cukup beli buku nya. inget. nabung! “- saya mengulang-ulang dalam hati. Diingatkan pula oleh sarkasme sepepupu saya, “ada yang katanya ga bakal kalap beli buku ni ye, ada yang mau nabung katanya. Ini katanya ya..” Oke , saya tidak akan kilap eh kalap. Dengan background suara … Continue reading Oleh-oleh Islamic Book Fair 2016

Forget how to dream, just be grateful

Lately, I am thinking what l am really good at. I haven’t found the right anwer for my own question. I have no idea. Nothing, l am good at nothing.  I did have many interest but l am not into it. Dreaming. I think l am good at dreaming and, the worst, l am good at never realizing the dream. I often dreamed many dreams … Continue reading Forget how to dream, just be grateful

Dialog kanan: kita perang

–“Apa yang bisa kita perbuat untuk saudara se-iman kita yang sedang perang di negeri kiblat pertama, Palestina sana?”– “Ya Membantu” –“Dengan cara apa? bagaimana?”– “Ya Donasi. untuk korban perang.” –“Ingin, sangat ingin. Oke, donasi dilakukan. Lantas, berhentikah penderitan mereka?”– “Berdoa juga. Mendoakan semoga penderitaan mereka segera berakhir.” –“Sudah,  kemudian, bisa memutar balikkan hati orang-orang zhalim laknatullah itu jadi baik dan berhenti menganiaya saudara kita?”– “Wallahualam. … Continue reading Dialog kanan: kita perang

Bubar atau Iftor

Iftor jama’i, sekitar dua tahun belakangan, dua kata ini masih asing bagi saya, sampai sekarang pun, lidah ini masih ‘akward’ untuk mengucapkannya. Bubar, bukber, buka bersama, buko samo, bagi saya, itulah kata kata yang lebih familiar didengar dan diucapkan. JIka ramadhan tiba, acara bubar dirancang-ancang,dinanti-nanti untuk kumpul-kumpul. Bahkan belum juga ramdhan, jadwal buka puasa bersama sudah padat, bukber SD lah SMP lah ,SMA lah ,kuliah,kantor,teman … Continue reading Bubar atau Iftor

Curhatan Ngangkot

Yang sering naik angkot pasti sering deh ngalamin kayak gini. Terpaksa dengerin lagu yang sangat tidak enak untuk didengar, gara2 supirnya nyalain tape nya kenceng banget, mana lagunya dangdut kopro (eh, koplo apa koprol ye?! bodo ah.) Pake headset pun buat nandingin juga percuma. Orang saya duduknya paling pojok dekat speaker. “Mata ini mata ini punya abang, hidung ini hidung ini punya abang, mulut ini … Continue reading Curhatan Ngangkot

Sentilan Siang

Di suatu siang, di ruang pengajar, saya dan teman saya lagi ngomongin tentang seminar nanti yang pematerinya adalah seorang penulis buku. Tetiba datang Pak B,  yang sudah menulis sebuah buku, sudah terbit dan beredar di toko buku.  Pak B : “wah seminar itu membantu sekali untuk penulis buku, buat promosi sekalian, teman saya dikampus dulu  sering banget ngadain seminar. Buku “Hallaqah cinta-nya” laris manis dipasaran. Saya … Continue reading Sentilan Siang

Oi bapak-bapak banguuuunn!!

“Oi bapak – bapak banguuunnn!!!” Himbauan seperti itu selalu saya dengar dari pengeras suara mushola dekat kostan sebelum azan subuh berkumandang. Awal pindah kosan dekat sana saya agak kaget memdengar himbauan marbot dari toa mushola itu. Tapi lama-lama saya jadi terbiasa. Kadang saya tersenyum sendiri jika sudah ada embel-embel kalimat tambahan  seperti “oi bapak-bapak bangun!!! ayo sholat subuh sama – sama di mushola!! ” itu … Continue reading Oi bapak-bapak banguuuunn!!

it’s an unimpossible thing

Have you ever played ‘hay day’, ‘ranch rush’, ‘farm frenzy’ ‘harvest moon’ or other same genre games? I used to play them. Hey, it is pretty cool to have a real farm or real ranch in the real life, isn’t? The facts at the present – it doesn’t like ‘general truth’ that may not change in the future – such as waking up early, going … Continue reading it’s an unimpossible thing